Ada sebuah kalimat sederhana yang sangat kuat maknanya,
التَّحْفِيزُ هُوَ مَا يَجْعَلُكَ تَبْدَأُ
الانْضِبَاطُ هُوَ مَا يَجْعَلُكَ تَسْتَمِرُّ
“Motivasi adalah hal yang membuatmu memulai. Kedisiplinan adalah hal yang membuatmu terus melangkah.
Kalimat di atas adalah pesan yang menggambarkan sebuah jalan panjang yang membentang menuju sebuah tujuan. Ibarat perjalanan hidup, pada awalnya kita mungkin penuh semangat, tetapi perjalanan tidak selalu mudah. Ada tanjakan, turunan, rasa lelah, kejenuhan, bahkan keinginan untuk berhenti.
Dari sinilah kita akan memahami ada perbedaan antara motivasi dan disiplin.
Motivasi biasanya muncul ketika kita menemukan alasan yang kuat untuk melakukan sesuatu.
Seorang murid mungkin begitu bersemangat belajar karena ingin mendapatkan nilai tinggi. Ada yang termotivasi karena ingin membanggakan orang tua. Ada yang ingin masuk perguruan tinggi impian. Ada pula yang ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu.
Begitu juga seorang guru.
Guru bisa sangat bersemangat ketika memasuki tahun ajaran baru. Muncul berbagai ide pembelajaran, ingin membuat media yang menarik, ingin mencoba metode baru, ingin melihat murid-muridnya berhasil.
Motivasi membuat seseorang memulai dan optimis bahwa dia pasti bisa, Namun persoalannya, hanya dengan motivasi tidak cukup, sebab motivasi tidak selalu bertahan.
Hari ini kita bisa sangat bersemangat belajar. Besok mungkin malas. Hari ini guru bersemangat menyiapkan pembelajaran. Beberapa minggu kemudian pekerjaan administratif, rutinitas, berbagai persoalan, dan kelelahan bisa membuat semangat itu menurun.
Itulah sifat motivasi. Ia seperti api yang bisa menyala terang, tetapi bisa pula meredup.
Maka untuk menjaga semangat tersebut dibutuhkan disiplin. Sebab disiplin tidak selalu membutuhkan perasaan bersemangat. Ia bermakna tetap melakukan sesuatu meskipun kita sedang tidak ingin melakukannya.
Seorang murid yang disiplin tetap membuka buku meskipun sedang malas. Tetap mengerjakan tugas meskipun tidak ada yang mengawasi. Tetap membaca meskipun belum ada ujian. Tetap datang tepat waktu meskipun teman-temannya belum datang.
Begitu pula guru yang disiplin. Tetap mempersiapkan pembelajaran meskipun hari itu sedang lelah. Tetap memberikan umpan balik kepada murid. Tetap melakukan evaluasi terhadap pembelajaran. Tetap berusaha memperbaiki cara mengajar meskipun hasilnya belum sempurna.
Karena guru memahami bahwa pendidikan bukanlah pekerjaan yang hasilnya selalu terlihat dalam satu atau dua hari.
Pendidikan adalah jalan perjuangan yang panjang. Sebab tidak ada murid yang langsung menjadi pintar hanya karena belajar satu hari.
تعلّم فليس المرء يولد عالما
"Teruslah belajar, karena tidak seorang pun dilahirkan dalam keadaan berilmu"
Tidak ada guru yang langsung menjadi pendidik hebat hanya karena mengikuti satu pelatihan. Semuanya membutuhkan perjalanan. Ada proses, ada kesalahan. Akan ada kegagalan, lalu harus ada perbaikan.
Dan yang paling penting ada konsistensi. Pembelajaran hari ini mungkin belum berjalan sesuai harapan. Murid kurang aktif, metode yang digunakan kurang tepat, atau tujuan pembelajaran belum sepenuhnya tercapai. Namun seorang guru yang disiplin tidak berhenti pada kegagalan tersebut.
Lakukanlah sebuah refleksi!
Apa yang belum berhasil? Mengapa murid belum memahami? Apa yang harus diperbaiki? Dan seterusnya.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat kita hanya menunggu motivasi sebelum bertindak. Belajar harus menunggu semangat dulu, atau menunggu kalau mood sudah bagus. Padahal dalam kenyataannya, motivasi sering kali justru muncul setelah kita mulai bertindak.
Sebagai manusia biasa, tentu guru bisa lelah, bosan, dan kehilangan semangat. Guru juga bisa mengalami hari ketika rasanya ingin melakukan semuanya dengan sederhana saja. Namun profesionalisme seorang guru terlihat bukan hanya ketika ia sedang bersemangat, tetapi juga ketika ia tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan baik ketika semangat sedang tidak berada pada titik tertinggi.
Pahamilah bahwa motivasi dan disiplin Harus berjalan bersama. Motivasi penting untuk memberikan arah dan energi awal. Sedangkan disiplin memberikan struktur agar energi tersebut tidak cepat habis.
Tidak apa-apa berjalan perlahan. Tidak apa-apa merasa lelah. Yang penting, jangan berhenti. Karena masa depan sering kali bukan milik mereka yang paling bersemangat di awal, tetapi milik mereka yang paling konsisten sampai akhir.
انفروا خفافا وثقالا...
Berangkatlah meski dalam keadaan ringan ataupun berat...

0 comments:
Posting Komentar